DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Kolaborasi Lintas Sektor Terus Matangkan Persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026

berita
Senin, 09 Maret 2026
26x dilihat
Foto: Kolaborasi Lintas Sektor Terus Matangkan Persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026

Pemerintah Kabupaten Lamongan terus matangkan kesiapan menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui koordinasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat mengikuti Zoom Meeting Persiapan Operasi Ketupat Tahun 2026, Senin (9/3), di Rupatama Tathya Daraka Polres Lamongan.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait untuk memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik hingga arus balik Lebaran berjalan aman dan lancar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham menegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara humanis, khususnya dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Operasi Ketupat Semeru bukan hanya tentang pengamanan arus mudik dan arus balik, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar,” tutur Mas Dirham.

Mas Dirham juga menyampaikan bahwa momentum Lebaran identik dengan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, pada tahun 2025 jumlah pemudik secara nasional mencapai 154,6 juta orang. 

Sementara itu, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu episentrum pergerakan mudik terbesar di Indonesia, dengan estimasi 17,12 juta orang bergerak keluar dari Jawa Timur dan 27,29 juta orang menuju Jawa Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan berbagai pihak, terutama karena Kabupaten Lamongan memiliki posisi strategis di jalur Pantura Jawa Timur yang dilintasi dua ruas jalan nasional, yakni jalur Pantura Daendels serta ruas Lamongan–Babat yang menjadi penghubung penting kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.

“Dengan posisi strategis tersebut, Lamongan menjadi salah satu simpul pergerakan transportasi yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam pengelolaan arus lalu lintas selama Lebaran,” jelasnya.

Selain itu, pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan juga menjadi fokus perhatian. Beberapa titik yang perlu diantisipasi di wilayah Lamongan di antaranya Pasar Babat, Simpang Tiga Sukodadi, persimpangan sebidang Terminal Lamongan, persimpangan sebidang Kodim, serta Simpang Tiga Deket.

“Seluruh personel harus memahami tugas, fungsi, dan peran masing-masing di lapangan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas,” tegas Mas Dirham.

Di sisi lain, pelayanan publik selama masa mudik dan Lebaran harus tetap berjalan optimal. Rumah sakit dan puskesmas diminta siaga 24 jam, termasuk kesiapan ambulans dan tenaga medis di jalur-jalur mudik. Selain itu, BPBD dan Damkar juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kondisi darurat, termasuk kemungkinan cuaca ekstrem dan banjir di beberapa wilayah.

Pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan) diharapkan dapat berfungsi maksimal sebagai pusat layanan terpadu yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pemudik.

Tak kalah penting, Mas Dirham menekankan perlunya penyampaian informasi publik yang cepat dan akurat kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas, jalur alternatif, maupun layanan yang tersedia selama masa mudik.

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Basuki Rahmad No. 1, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • diskominfo@lamongankab.go.id
  • (0322) 321168
  • +628113021708
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan