Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berkomitmen melestarikan tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, melalui penyelenggaraan ragam festival. Salah satunya yakni Festival Kupat Lepet dan Petik Melon, Jumat (27/3) di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong.
Membuka secara langsung kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Gunung Menjuluk tersebut, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyampaikan bahwa Festival Kupat Lepet merupakan wujud nyata pelestarian kearifan lokal yang memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Tradisi “kupatan” tidak hanya menjadi simbol perayaan pasca ramadan, tetapi juga menjadi media mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Ini bukan sekadar perayaan makan bersama, melainkan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Kehadiran masyarakat hari ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap terjaga dan menjadi perekat di tengah modernisasi,” tutur Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham.
Disampaikan Mas Dirham, festival Kupat Lepet juga menjadi bagian dari upaya pengembangan program prioritas Pemerintah Kabupaten Lamongan "pariwisata ramah dan terintegrasi (Rama Sinta)". Progam prioritas ini mengedepankan ekonomi kreatif berbasis desa. Dengan mengangkat potensi lokal, diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Melalui event seperti ini, kita menciptakan harmoni antara pelestarian budaya dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Atmosfer kegotongroyongan dan keramahan khas pesisir Lamongan diharapkan dapat dirasakan oleh setiap pengunjung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan dukungannya terhadap desa-desa yang berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata berbasis budaya lokal. Desa diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan dengan mengedepankan karakter dan potensi masing-masing.
Pada pungkasnya, Mas Dirham juga mengapresiasi Pemerintah Desa Sedayulawas atas konsistensinya dalam menyelenggarakan festival tersebut setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah berbasis kearifan lokal.