DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Antisipasi Kekeringan 2026, Lamongan Perkuat Strategi dan Tegaskan Peran sebagai Lumbung Pangan Nasional

berita
Senin, 20 April 2026
15x dilihat
Foto: Antisipasi Kekeringan 2026, Lamongan Perkuat Strategi dan Tegaskan Peran sebagai Lumbung Pangan Nasional

Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan tahun 2026 melalui langkah strategis dan terintegrasi, sekaligus menegaskan komitmennya dalam menjaga peran sebagai lumbung pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Senin (20/4) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyiapkan langkah strategis guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah potensi kekeringan ekstrem.

Dalam Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dipaparkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, dengan potensi kekeringan yang meningkat dan berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air.

Data BMKG menunjukkan peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II tahun 2026 mencapai 70–90%, dengan dampak signifikan berupa penurunan curah hujan. Sebanyak 64,5% wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, serta 57,2% wilayah mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normal.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan defisit air dan meningkatkan risiko penurunan luas tambah tanam (LTT) hingga ancaman gagal panen, khususnya pada lahan tadah hujan.

Pak Yes menuturkan bahwa Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” tuturnya.

Upaya tersebut selaras dengan kebijakan nasional, di mana pemerintah pusat menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga 1 juta hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau.

Di tingkat nasional, produksi beras tahun 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29% dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan produksi menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

Bupati Yes menegaskan bahwa kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan sekaligus terus berkontribusi signifikan sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Basuki Rahmad No. 1, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • diskominfo@lamongankab.go.id
  • (0322) 321168
  • +628113021708
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan