KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) merupakan program nasional yang dirancang selain sebagai pilar utama pembangun desa, juga sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Lantas apa bedanya belanja di KDKMP dan toko atau ritel lain? Dijelaskan Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf dalam kunjungannya di KDKMP Desa Sidorejo Deket Lamongan pada Kamis (15/10), bahwa keuntungan berbelanja di KDKMP adalah dari desa, oleh desa, dan untuk desa, dimana keuntungan sepenuhnya berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
"KDKMP ini diharapkan bisa menjadi tempat untuk belanja kebutuhan-kebutuhan pokok warga. Apa keuntungan jenengan kalau belanja di sini? Di samping sebagai pembeli nanti pada akhirnya panjenengan juga sebagai pemilik, karena di setiap akhir tahun atau di setiap tahun pembagiannya itu ada namanya sisa hasil usaha. Nah Pak Presiden ingin perekonomian itu bisa berputar uangnya di desa tersebut, salah satu strateginya adalah koperasi desa di setiap desa Indonesia," terangnya.
Lebih lanjut Gus Ipul juga menerangkan bahwa sesuai harapan Presiden KDKMP juga dapat sebagai penyalur bantuan pemerintah baik subsudi maupun bantuan sosial. Dalam penyaluran ini, KDKMP akan bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia untuk mendekatkan pelayanan. Jadi ke depannya tidak hanya persoalan penyaluran bantuan, tapi juga transaksi perbankan dari cabang seperti pembayaran listrik hingga pembukaan buku tabungan dapat dilakukan di KDKMP.
"Kami harap Pak Bupati, Pak Wabup, dan jajaran pemerintahan desa bisa mendampingi sehingga ke depan KDKMP bisa beroperasi secara maksimal, kalau ada kekurangan mohon dimaklumi karena baru beradaptasi," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa Pemkab Lamongan terus mendukung terlaksananya KDKMP di Lamongan, salah satunya dengan mendorong ASN untuk memiliki kartu koperasi di wilayah desa masing-masing. Beliau juga berharap agar kebijakan pelayanan bantuan subsidi dan sosial serta transksi perbankan di KDKMP dapat segera terealisasi.




