Guna meningkatkan kapasitas orang tua dalam pengasuhan anak di era digital, Forum PAUD bersama TP PKK Lamongan dan Dinas Pendidikan Lamongan menggelar seminar parenting dengan tema Pengasuhan Anak di Era Digital, pada Selasa (22/9) di Pendopo Lokatantra. Mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara membuka secara langsung pelaksanaan seminar.
Dalam kesempatan tersebut Mas Dirham mengatakan bahwa era anak saat ini sudah berbeda, teknologi sudah berkembang pesat. Ditambahkannya perkembangan ini tentu dengan niat membawa kebermanfaatan akses informasi yang lebih mudah, namun di sisi lain anak masih belum bisa memfilter informasi yang masuk ke gadgetnya, sehingga perlu pendampingan orang tua.
"Prinsipnya bukan anak-anak kita tidak boleh hidup dengan teknologi, hanya saja butuh pendampingan orang tua. Survei di Jawa Timur 24,9 persen anak-anak kita merasakan fatherless. Himbauannya adalah dalam satu hari kalau bisa bapak-bapak ada waktu paling tidak 1 jam untuk anak, quality time, bagaimana kita interaksi, membangun mental anak tanpa adanya gadget, karena sentuhan sosial bagi anak-anak itu adalah pondasi menentukan nasib dan masa depan anak," ucap Mas Dirham.

Dilaporkan oleh Ketua TP PKK Lamongan yang juga merupakan Bunda PAUD Lamongan Anis Kartikawati Yes, seminar dengan dasar pelaksanaan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan wajib belajar 13 tahun ini diikuti oleh total 215 peserta perwakilan 27 kecamatan, dengan narasumber Praktisi PAUD dari Yogjakarta Aji Syafa.
"Tujuan dilaksanakannya seminar ini adalah untuk memberikan tambahan wawasan kepada Ayah Bunda yang memiliki anak PAUD tentang pola pengasuhan positif karena sekarang tantangannya sangat luar biasa di era digital ini, ego orang tua memberikan apa yang diminta anak ini juga harus kita tekan untuk perkembangan anak masa depan, selain itu juga untuk memberikan penguatan kebiasaan 7 anak Indonesia hidup hebat dan wajib belajar 13 tahun," terangnya.
Tidak hanya itu diungkapkan pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Shodikin, bahwa pendidikan anak usia dini dianggap sangat penting karena merupakan pondasi, sehingga pondasi itu harus kuat melalui keteladanan orang tua. Selain itu peran serta guru bersama masyarakat juga media pun turut dianggap berpengaruh.





